Minggu, 25 Desember 2011

AS Eropa Tertarik Sistem Ekonomi Syariah


“Krisis telah memaksa AS mencari model alternatif. Oktober 2008, saat George W Bush masih menjabat sebagai presiden dan menjelang pelaksanaan Konferensi Tinggi (KTT) G-20 di Washington 15 November 2008, Bush mengirim deputi sekretaris keuangannya Robert M Kimmit mengunjungi Arab Saudi,” kata MS Hidayat di Jakarta, Selasa [19/05] .
Tujuan kunjungan tersebut, lanjutnya, untuk mengkaji efektivitas sistem perbankan syariah. Kedatangan Kimmit ini diberitakan ramai sejumlah media Arab Saudi.

MS Hidayat mengatakan, meski hasil KTT tidak merekomendasikan penerapan sistem ekonomi syariah, sebagai sistem ekonomi dunia, kedatangan tim ekonomi AS itu menunjukkan pengakuan dan ketertarikan negara itu terhadap sistem ekonomi syariah. Padahal, AS sebelumnya tidak banyak bersikap mengenai perkembangan ekonomi syariah di dunia.

Menurut MS Hidayat, ketertarikan negara Eropa terhadap ekonomi syariah sebetulnya telah terungkap sejak beberapa tahun lalu. Inggris pernah menyatakan siap menjadi pusat keuangan syariah dunia. Pernyataan ini terlontar saat Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown masih menjadi menteri keuangan pada 2007.

Berdasarkan laporan international Financial Services London (IFSL), perkembangan industri keuangan syariah di Inggris dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat. Bahkan, negara itu saat ini menjadi negara barat dengan bank syariah terbanyak di dunia karena mendapat dukuangan kuat pemerintah.

Hingga Februari lalu, terdapat lima bank murni syariah dan 17 unit usaha syariah bank konvensional di Inggris seperti HSBC, Barclays, RBS, dan LIoyds Banking Group.

Aset perbankan syariah di negara itu mencapai 18 miliar dolar AS atau melebihi aset bank syariah seperti Pakistan, Banglades, Turki, dan Mesir. Di negara ini, perkembangan bisnis keuangan syariah juga didukung 55 universitas dan lembaga pendidikan yang memiliki pendidikan dan keuangan syariah.

MS Hidayat mengatakan, Prancis juga tertarik mengembangkan sistem keuangan syariah. Desember tahun lalu, Menkeu Prancis, Christine Lagarde, menyebutkan, negaranya bakal membuat penyesuaian peraturan hukum agar Paris menjadi pasar utama keuangan syariah.

Selain itu, kata MS Hidayat, terdapat sejumlah bank syariah yang akan membuka cabang di ibukota negara tersebut. Bahkan Maret lalu, bank sentral Prancis memasukkan isu pengelolaan keuangan syariah dalam forum diskusi.

Ketertarikan Prancis dipicu ketahanan sistem ekonomi syariah dalam menghadapi krisis keuangan global. Di Asia, katanya, pernyataan ingin menjadi pusat keuangan syariah dunia juga diungkapkan Singapura beberapa beberapa tahun lalu.

“Negara ini telah lama mengamademen sejumlah undang-undang untuk mendukung pengembangan bisnis keuangan syariah. Hal yang sama juga dilakukan Malaysia,” kata MS Hidayat. ( ant )



Sabtu, 24 Desember 2011

Motivasi Kerja Yang Membuat Orang Jepang Sukses

 

Jepang mempunyai 5 motivasi kerja yang membuat orang-orang jepang menjadi sukses, seperti yang kita ketahui bersama bahwa jepang adalah salah satu negara yang bisa di bilang negara paling sukses. 
 
Kita  kali ini akan membahas tentang motivasi kerja apa saja sih yang membuat kebanyakan orang jepang sukses. Semua orang butuh motivasi baik itu motivasi kerja, motivasi diri dan juga motivasi untuk berkreasi.

Berikut ini adalah motivasi yang mungkin membuat orang jepang menjadi sukses dan hidup makmur seperti sekarang ini. Saya yakin kalau 5 motivasi ini kita terapkan dalam diri kita pasti juga bisa seperti mereka yang sudah sukses :D

1. Kerja Keras
kata kerja keras merupakan motivasi yang patut kita contoh, kebanyakan orang sukses melakukan kerja keras sebelum mereka mencapai kesuksesannya. dan ingat kata mutiara motivasi : Di dunia ini tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah kita kurang bekerja keras.

2. Pantang Menyerah
Kebanyakan orang jepang benar-benar membuktikan kalau mereka pantang menyerah. Dulu mereka setelah porak-poranda akbiat perang dunia ke II. Hanya membutuhkan waktu tidak lama untuk menjadi salah satu pusat ekonomi dunia. seperti Pesan Motivasi : Menyerahlah jika peluang benar-benar sudah habis. Tapi selagi masih ada satu harapan, Raihlah dengan kerja keras dan anda pasti SUKSES.

3. Menjaga Kehormatan
Jika kamu sering melihat film atau mungkin mengikuti artikel berita di TV, sesekali pasti mendengar istilah Harakiri yaitu bunuh diri dengan menusukkan pedang ke perut. Itu dilakukan oleh masyarakat disana karena mereka tahu malu.

4. Rajin Membaca
Membaca seperti menjadi sebuah budaya di Jepang. Bukanlah hal yang aneh melihat orang bejalan sambil membaca.Atau saat anda masuk ke kereta listrik, disana bisa dilihat banyak orang yang membaca.
Banyak-banyaklah membaca artikel, apalagi sekarang sudah zaman internet anda bisa mendapatkan artikel tentang berbagai hal mulai dari komputer, motivasi, sejarah, ekonomi dsb. Karena dengan lebih banyak mengetahui informasi dibanding lawan, anda sudah lebih dekat ke tujuan.

5. Menjaga Tradisi
Motivasi yang ini patut kita contoh. Mengapa? bayangkan saja dengan kemajuan tekhnologi dan ekonomi. Mereka tetap tidak meninggalkan tradisi. Bahkan bintang pernah menonton berita yang memperlihatkan “Laptop dikasih jampi-jampi supaya tidak terkena masalah”.


Selasa, 13 Desember 2011

10 Alasan Menjadi Pengusaha Mandiri

 

Banyak orang memilih terus menjadi eksekutif ketimbang menjadi
entrepreneur. Alasannya, kerap sangat klasik dan sederhana. Tak mau
repot, tak punya modal, atau takut gagal. Ada juga yang memilih terus
menjadi eksekutif karena merasa sudah mapan dengan posisi tersebut.

Yang menarik, mereka yang punya ketakutan seperti itu seringkali belum pernah mencoba sama sekali untuk membuka bisnis serta menjalani usaha mandiri. Atau, baru mencoba satu, dua kali, tak memperoleh return seperti yang diharapkan, putus asa, lalu memilih menghentikan usahanya.

Padahal, mencoba menjadi entrepreneur-dalam konteks tulisan saya, pengusaha muda-merupakan tantangan yang mengasyikkan. Tentu saja, jadilah pengusaha muda yang smart dan profesional. Jangan pernah berpikir untuk menjadi 'pengusaha yang hitam'. Apalagi, itu dicapai melalui jalan pintas, dengan cara-cara yang tak etis -misalnya, korupsi,
kolusi, suap dan semacamnya.

Percayalah, energi-baik tenaga maupun biaya - yang kita keluarkan untuk menjadi pengusaha muda yang smart dan profesional, dengan menjadi konglomerat hitam, akan sama besarnya. Tapi, hasil yang diperoleh akan jauh bertolak belakang.

Semakin ditekuni, entrepreneur yang berkarakter smart dan profesional, hampir dipastikan bakal menuai kesuksesan. Sedangkan sekali saja kita terjerumus pada praktik bisnis hitam-apalagi kalau dilakukan berkali-kali - penjara, baik dalam arti kata sesungguhnya amupun kiasan, bakal menjadi tempat kita menghabiskan masa tua.

10 Alasan
Ada 10 alasan, sebaiknya kita mulai mencoba menjadi pengusaha mandiri.

Pertama, dengan menjadi pengusaha mandiri, kita akan bebas menentukan nasib sendiri. Kalau kita ingin cepat sukses, ya perlu bekerja ekstra keras. Kalau memilih lebih santai, juga bisa. Tergantung selera saja.

Kedua, tak terikat jam kerja. Barangkali, sebagai eksekutif sebuah perusahaan besar yang berkantor di pusat bisnis Jakarta, kita kerap jenuh dengan rutinitas kerja yang bersiklus nine to five. Apalagi, itu harus dilakukan dengan kemacetan Jakarta yang amat menjengkelkan. Dengan usaha mandiri, kita bisa mengatur sesuka hati jam kerja. kita juga bisa mengambil cuti kapan pun.

Ketiga, ide yang menumpuk di kepala bisa langsung diimplementasikan menjadi bisnis yang mungkin amat potensial. Ini, sulit dilakukan para eksekutif. Walaupun kita bekerja di sebuah korporasi yang amat besar, kita hanyalah "sebuah sekrup kecil dari sebuah mesin raksasa."

Keempat, persoalan modal. Ini memang kerap menjadi ganjalan bagi seseorang untuk menjadi pengusaha muda. Padahal, untuk memulai tak selamanya membutuhkan modal berupa uang dalam jumlah besar. Ingat modal utama pengusaha muda adalah integritas, konsep bisnis, atau ide cemerlang, ditambah jaringan perkawanan yang luas, yakinlah itu saja sudah cukup. Dari sini, biasanya dukungan akan mengalir.



Ingat jangan cepat-cepat pinjam uang jika itu tidak sangat benar-benar dibutuhkan.

Kelima, yang harus dipahami, perlu 'mental pengusaha', yaitu ketekunan ekstra untuk menjadi pengusaha muda. Karena di awal usaha, biasanya pasti muncul kendala-apa pun bentuknya. Jalani saja! Yakinlah, semua persoalan akan tereliminasi dengan semakin berpengalamannya kita
menekuni bisnis tersebut. Kalau ada pepatah yang mengatakan 'tua-tua  keladi, makin tua makin menjadi', maka bagi kita, yang pas adalah 'makin tua makin menghasilkan.'

Keenam, bagaimana kalau gagal? Itu memang risiko setiap usaha. Jika kita berpikir pasti gagal, kita pasti akan gagal! Jika kita berpikir pasti sukses, kita pasti sukses! Potensi kegagalan bisa diminimalisasi, jika kita cermat dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, sebelum memulai usaha.

Yang perlu diingat, rata-rata sebuah usaha mandiri baru bisa dilihat hasil konkret setelah lima tahun. Walau, ada juga yang lebih cepat atau lebih lama dari kalkulasi itu. Biasanya, setelah lima tahun usaha kita akan mulai stabil. Dalam situasi itu, kita tinggal mengatur akselerasinya - kapan harus direm, atau kapan musti dipercepat.

Ingat, hasil usaha haruslah wajar, selebihnya jika serakah akan menjadi 'gambling'. Ini yang sering kali menghancurkan kita.

Ketujuh, sebagai pengusaha muda yang mandiri, tentu saja kita tak perlu takut dipecat. kita juga tak harus khawatir akan kehilangan jabatan, lalu melakukan politik di kantor, setiap kali menjelang RUPS.

Kedelapan, sebagai pengusaha muda yang mandiri, kita akan selalu menjadi 'kepala' di perusahaan. Walau sekecil apa pun bisnis kita. Ini, tentu lebih nikmat ketimbang menjadi 'ekor' -- seberapa pun besarnya -- diperusahaan milik orang lain.

Kesembilan, dengan memiliki sendiri sebuah usaha, kita tak akan pernah menjadi pensiunan. Kecuali, kalau memang kita ingin menyerahkan semua kepemilikan dan pengelolaan usaha yang kita rintis kepada orang lain.

Kesepuluh, kita bisa menikmati kebebasan finansial. Meski tak mest harus menjadi konglomet. Ingat, jangan ingin cepat kaya, karena pasti  akan terjungkal. Dan memang, sebaiknya kita jangan mengelola usaha dengan terburu-buru. Pertahankan 'life style kita'. Hiduplah sederhana,
dengan kebebasan finansial, pasti terasa lebih nyaman.

Jadi, mengapa harus menunggu? Ubah paradigma kita! Mulailah menjadi pengusaha, sekarang!!

Oleh Cristovita Wiloto
Managing Partner Wiloto Corp. Indonesia
Sumber: Bisnis Indonesia


Apakah anda ingin belajar menjadi pengusaha mandiri?
Silakan hadiri BOP (Business Opportunity Presentation)yang diadakan di kantor ABBA Agency
. Info lengkap klik di
sini